Yuk Isi Form di Bawah, Tim Kami Siap Melayani Anda

Sekolah di Jerman – Setiap negara tentunya memiliki sistem pendidikan yang berbedabeda, misalnya sekolah di Jerman yang memiliki sistem yang berbeda dengan negara lain namun merupakan negara dengan pendidikan terbaik di dunia.

Ada beberapa hal penting yang membuat sistem pendidikan dasar sekolah di Jerman yang membuat negara Jerman lebih baik. Dan hal itu memang sangat layak untuk dicontoh atau ditiru di Indonesia, karena pengaruhnya ke mental juang seorang anak.

2 Alasan Sistem Pendidikan Sekolah di Jerman Ini Layak Dicontoh

sekolah di jerman gratis
1. Usia Aktif Belajar

Jerman memiliki sistem pendidikan dimana anak diajak untuk aktif belajar itu sejak umur 13 tahun, karena sebelum 13 tahun yang dikembangkan adalah sistem motorik anak, jadi edukasi atau pendidikan diberikan dari permaianan.

Jadi bagi pendidikan Jerman, akan membiarkan anak bermain hingga umur 13 tahun, mereka hanya mengedukasi untuk bisa bekerja secara team, untuk melatih kebersamaan dan untuk membuat anak membantu yang lebih lemah darinya dan juga membuat anak menyayangi orang lain.

Dan ini penting karena dia memiliki empati yang tinggi, tidak menganggap bahwa teman sekolahnya adalah saingan yang harus dikalahka, tetapi menganggap bahwa temannya adalah teman seperjuangan.

Baca Juga  Catat, Inilah Persyaratan Untuk Applay Beasiswa Jerman S2

Hingga umur 13 yang dibangun adalah kpribadia si anak, supaya open minded, menghargai banyak perbedaan sehingga tidak menghasilakn anak yang rasisme. Namun selalu open minded terhadap hal yang berbeda.

Dan sangat berbeda dengan anak di Indonesia, dimana anak sejak TK sudah diajari membaca, menulis, berbahasa asing dan lain sebagainya. Jika sudah bisa menulis, membaca dan berhitung dengan baik, maka anak akan disebut pintar dan hal tersebut membuat mentalnya selalu fokus pada nilai tinggi.

Paksaan belajar yang sudah sejak usia dini, membuatnya jenuh saat SMA dan saat SMA akan memperbanyak main dan hasilnya akan lebh buruk aja, sehingga sistem sekolah di Jerman memang sangat laya untuk di contoh.

2. Budaya Mencontek

Bagi banyak pelajar di Indonesia menganggap bahwa mencontek itu adalah bagian dari usaha, membuta mencontek itu menjadi satu hal yang biasa saja. Namun tidak begitu dengan sekolah di Jerman, yang sangat tegas dalam hal mencontek.

Dan untuk mencontek juga anak sekolah tidak mau, karena bagi mereka mencontek adalah harga diri seseorang, sangat rendah harga dirinya jika mencontek. Jadi ujian selalu bebas dari contekan.

Dan hal ini sebenarnya sangat berpengaruh dari sistem pendidikan yang berlaku dinegara tersebut. Mereka tidak memaksakan setiap anak harus memiliki nilai yang tinggi pada setiap ujian disemua mata pelajaran.

Baca Juga  5 Persiapan Untuk Kuliah Di Jerman Gratis yang Perlu Diketahui

Tetapi mereka memberikan kesempatan kepada anak supaya mereka unggul diminat atau potensi yang dimiliki anak. Contohnya, jika seorang anak tidak pintar matematika tidak di cap bodoh, karena mereka memintanya untuk unggul di bidang yang dia mau, misalnya musik.

Jadi anak tidak akan tertekan jika tidak mampu maksimal dalam bidang tertentu, karena tidak semua anak bisa dalam semua bidang, pasti ada bidang-bidang tentu yang dia lemah. Sehingga dia akan mengembangkan minatnya tanpa di cap sebagai anak bodoh.

Sekian untuk sistem pendidikan sekolah di Jerman yang bisa atau layak dicontoh, semoga bermanfaat.