Sistem Pendidikan Di Jerman – Sebelum anda membuat perencanaan untuk studi di Jerman, atau jika anda berencana ingin mengirim anak anda ke Jerman. Sebaiknya anda harus tahu sistem pendidikan di Jerman.

Karena sistem pendidikan di Jerman, tidak sama dengan sistem pendidikan pada umunya di dunia, termasuk sistem pendidikan Indonesia.

Mau Kuliah Di Jerman? Ketahui Sistem Pendidikan Di Jerman Ini

sistem pendidikan di jerman

Berikut ini akan dijelaskan secara rinci bagaimana sistem pendidikan di Jerman, apakah sesuai dengan apa yang memang anda butuhkan, karena sangat penting untuk dipertimbangkan supaya masa studi bisa berjalan dengan baik di Jerman

Tingkatan Sekolah Wajib

Untuk sistem pendidikan di Indonesia sekolah wajib itu adalah 12 tahun, dimana 12 tahun tersebut terdiri dari 6 tahun SD, 3 tahun SMP dan 3 tahun SMA dan setaranya. Namun berbeda dengan jerman yang memiliki sistem belajar wajib seperti berikut ini :

Baca Juga  2 Cara Mendapat Beasiswa Luar Negeri Jerman Untuk Mahasiswa

a. Grundschule ( Primary School )

Grundschule atau di Indonesia kita menyebutnya sekolah dasar, dan untuk grundchule ini hanya 4 tahun. Dan selama 4 tahun ini anak-anak tidak dipaksa untuk belajar, mereka hanya menerapkan permainan yang sitemnya edukasi. Jadi lebih fokus ke karakter anak, bukan kepintaran.

Pada awal tahun masuk ke grundschule mereka masih bermain secara total, tanpa ada kelas yang memaksakan mereka untuk tahu matematika dan lain sebagainya, tetapi permaian tetap edukatif, dan bahkan mereka dari rumah disediakan kantong untuk tempat jajanan yang memang disediakan disekolah.

Cara ini dilakukan supaya anak-anak lebih semangat berangkat ke sekolah, dan ditanamkan kepada anak-anak bahwa sekolah adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan. Sehingga anak-anak berangkat sekolah tanpa merasa terbebani.

Setelah tahun ke dua hingga ke empat, anak-anak mulai belajar, namun masih di dominasi dengan bermain yang edukatif. Namun anak-anak sudah diberi edukasi kemana tujuan selanjutnya setelah menyelesaikan grundschule.

b. Mitterstufe ( Junior Hight School )

Mittersdtufe ini adalah setara SMP kalau di Indonesia, namun bedanya dengan SMP di Indonesia adalah kalau di Indonesia hanya 3 tahun, di Jerman 5 – 6 tahun. Di Mittersdtufe ini sudah belajar dengan serius, ilmu sosial, alam, bahasa asing dan pelajaran lainna sudah mulai di ajarkan.

Untuk anak yang kemampuan belajarnya di atas rata-rata, biasanya cukup belajar 5 tahun saja, namun dengan kemampuan rata-rata dan dibawah rata-rata bisa harus menyelesaikannya dalam 6 tahun.

Baca Juga  8 Syarat Syarat Cara Kuliah di Jerman Dengan Program DAAD

Di mitterstufe ini mereka sudah di ajarkan untuk lebih fokus pada pelajaran, namun juga diajarkan bagaimana bekerja sama dalam belajar. Sehingga karakter juga dibangun dalam pembelajaran sehari-hari.

Selain itu, peminatan juga sudah mulai diperkenalkan. Jadi setiap anak berhak mengambil kelas peminatan, apakah itu dalam bidang matapelajaran tertentu atu olahraga, vocal, music, dan lain sebaginya.

c. Oberstufe ( Senior Hight School )

Oberstufe ini setara dengan SMA di Indonesia, dan masa belajarnya juga selama 3 tahun yang terdiri dari kelas 10 hingga kelas 12. Dan di Oberstufe ini, mereka sudah pada tingkatan belajar dengan seriu, dimana disini sudah mulai diperkenalkan universitas-universitas terbaik di jerman, beserta jurusan-jurusannya.

Jadi disini mereka akan fokus pada nilai akhir yang tinggi, karena nilai sangat mempengaruhi universitas mana yang akan menerimanya nanti. Jadi mereka benar-benar sudah diajarkan berpikiran lebih matang bagaimana mengahadapi dunia setelah tamat dari oberstufe. Sekian untuk sistem pendidikan di Jerman, semoga bisa menambah wawasan anda.