Guru Bahasa Jerman – Untuk yang suka belajar bahasa asing, bahasa Jerman pasti sangat menarik. Karena bahasa Jerman cukup unik dan lain daripada yang lain, setidaknya dibanding bahasa Inggris.

Seperti dalam bahasa Jawa, kosakata bahasa Jerman memiliki tingkat kesopanan. Jadi kita akan dipaksa berpikir kosakata apa yang tepat untuk diucapkan.

Karena kosakata atau kalimat yang disampaikan pada orang tua atau orang yang dihormati berbeda dengan yang diucapkan pada teman akrab.

Contohnya untuk menanyakan kabar pada teman sendiri, kita cukup ucapkan Wie geht’s? Tapi kalau ke guru atau atasan, kalimat yang pas adalah Wie geht es Ihnen?.

Kata benda dalam bahasa Jerman juga memiliki jenis kelamin lho. Karena itu mungkin ada yang pernah melihat kata yang didahului der (untuk kata benda maskulin). Kalau feminine didahului die, serta die untuk netral.

8 Tips Untuk Menjadi Guru Bahasa Jerman Yang Hebat

Nah karena keunikan bahasa Jerman, menjadi guru bahasa Jerman itu tidak selalu mudah. Apalagi umumnya bahasa Jerman baru diajarkan di SMA.

Sehingga siswa harus belajar bahasa asing saat sudah melewati golden age. Nah agar bisa menjadi guru bahasa Jerman hebat, yuk simak beberapa tips berikut ini.

guru bahasa jerman

1. Sabar

Menjadi guru itu membutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Karena guru berhadapan dengan anak didik dengan berbagai karakter dan sifat berbeda-beda.

Apalagi dengan siswa zaman now. Menjadi guru harus memiliki dada sangat lapang dalam meladeni siswa. Sabar dengan keusilan, kegaduhan, dan kenakalan siswa. Belum lagi kalau ada siswa yang sulit paham, meski sudah diterangkan berkali-kali.

Guru harus siap dengan semua keadaan itu. Meski guru juga manusia biasa yang bisa marah. Tapi dia harus tetap tenang dan tidak tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaannya. Bagi yang sulit mengendalikan kesabaran, ada baiknya berpikir ulang untuk jadi guru.

2. Berkompeten

Kompetensi pelajaran bahasa Jerman setidaknya ada dua, yaitu skill linguistik (kelancaran pengucapan) dan pengetahuan pada kosakata dan tata bahasa.

Sebagian besar penutur non asli lebih menekankan pada yang kedua. Padahal yang pertama, yaitu skill linguistik lebih penting.

Pernahkan kalian mendengar ada orang yang menguasai teori tata bahasa asing tapi susah diajak percakapan? Itu terjadi karena dia lemah di skill linguistik.

Karena itu penting bagi guru mampu melafalkan kosakata atau kalimat bahasa Jerman dengan fasih serta mengajarkan pada siswa.

Apalagi bahasa Jerman juga memiliki beberapa alfabet yang pengucapannya sangat berbeda dengan bahasa Inggris atau bahasa Indonesia.

Bahkan tidak mengapa siswa bisa mengucapkan tanpa paham arti. Karena lebih mudah memahami arti saat siswa sudah bisa mengucapkan dengan benar.

Baca Juga  2 Pertimbangan Sebelum Mengikuti Kursus Bahasa Jerman

3. Merencanakan pelajaran

Guru yang hebat selalu merencanakan apa yang akan diajarkan di depan kelas serta mencari cara terbaik agar siswa bisa memahami dengan mudah. Dia tidak akan tidur nyenyak sampai semuanya siap.

Bagi guru yang mengajar di sekolah atau lembaga kursus, pasti sudah terikat dengan kurikulum. Tapi kita tetap bisa berkreasi mendapatkan materi dan media belajar semenarik mungkin, sehingga siswa semakin bergairah dengan bahasa Jerman.

Misalnya dengan menampilkan video percakapan orang Jerman atau berita olahraga berbahasa Jerman dengan tempo yang cukup lambat. Video tidak hanya menarik, tapi membuat siswa terlibat aktif serta lebih siap dengan komunikasi bahasa Jerman.

Dan usahakan materi disampaikan sesuai kemampuan siswa. Jangan memaksakan dengan materi atau memberi pekerjaan rumah di luar ukurannya.

Mempersiapkan materi dengan baik tidak hanya membuat kita tenang, tapi juga memudahkan siswa dalam memahami pelajaran.

4. Libatkan siswa dalam percakapan

Tujuan utama pelajaran bahasa Jerman agar siswa mampu berkomunikasi atau percakapan. Itu sebabnya mengajak siswa terlibat dalam percakapan sangat penting dalam pelajaran. Tapi jangan lupa untuk melatih percakapan siswa sesuai levelnya.

Nah sebelum mengajak percakapan, guru seharusnya sudah menguasai kemampuan berbicara dalam bahasa Jerman. Sayangnya, tidak semua guru bisa berbicara dengan lancar.

Karena itu penting bagi guru untuk melatih skill berbicara terus menerus. Jangan sungkan untuk berlatih bicara sesering mungkin.

Kalaupun sulit menemukan teman yang bisa berbahasa Jerman, kita bisa latihan sendiri di dalam kamar. Bicaralah dan dengarkan sendiri.

Cara lainnya bisa dilakukan dengan bergabung komunitas online seperti Couchsurfing.com, Italki.com, ataupun meetup.com.

Baca Juga  Belajar Bahasa Jerman Tingkat Lanjut Bisa Kamu Pelajari Di sini

5. Memberi feedback ke siswa

Gaya mengajar satu arah sekarang sudah bukan jamannya lagi. Guru zaman now perlu memastikan bahwa siswa sudah paham dengan pelajaran yang diberikan.

Guru juga perlu memberi feedback kepada siswa. Contohnya kalau ada siswa yang bisa mengerjakan tugas dengan baik, jangan ragu untuk memberi pujian. Ungkapan “bagus sekali” bisa sangat berarti untuk siswa.

Begitu juga saat siswa melakukan kesalahan, kita tetap harus memberikan masukan, menunjukkan kesalahannya, tapi juga memotivasi.

Feedback membuat siswa merasa guru memberi perhatian personal kepadanya. Dan ini membuatnya lebih semangat untuk menjadi lebih baik lagi.

6. Menularkan gairah belajar

guru bahasa jerman

Sebagai guru, kita jelas bersemangat dalam belajar dan mengajarkan bahasa Jerman. Tapi bagaimana dengan siswa? Apakah mereka memiliki gairah yang sama?

Karena itu kita perlu menunjukkan semangat ini saat mengajar. Kelas yang berlangsung dinamis dan penuh semangat akan menginspirasi siswa untuk paham bahasa Jerman. Pastikan juga siswa mengerti bahwa skill bahasa Jerman sangat berguna untuk masa depan mereka.

7. Public speaking

Salah satu skill yang bisa mendukung kesuksesan mengajar adalah public speaking. Bayangkan saja kalau guru tidak mampu menyampaikan materi dengan jelas, pasti siswa akan kesulitan memahami.

Semudah apapun materi pelajaran, akan sulit dipahami kalau guru kurang piawai menyampaikan. Apalagi kalau yang diajarkan adalah bahasa Jerman yang tidak terlalu familiar bagi sebagian besar siswa indonesia.

Guru pelajaran bahasa Jerman tidak hanya dituntut menjelaskan dengan jelas, tempo yang pas, percaya diri, dan supel, tapi harus bisa melafalkan kosakata Jerman dengan jelas.

Kemampuan komunikasi ini tidak hanya berguna di dalam kelas. Di luar kelaspun guru bisa melakukan komunikasi santai dengan siswa. Bahkan sapaan ringan di luar kelas dengan bahasa Jerman terkadang lebih mudah diingat siswa dibanding pelajaran di dalam kelas.

8. Metode belajar yang bervariasi

Untuk siswa yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, belajar bahasa Jerman bisa sangat menarik sekaligus menantang. Tapi mereka juga bisa bosan dengan cara belajar yang monoton. Misalnya, guru hanya berceramah satu arah tanpa ada interaksi dengan siswa.

Karena itu guru perlu memiliki beraneka ragam metode belajar. Kita bisa variasikan, misalnya dengan menggunakan permainan di dalam kelas.

Atau masukkan teknologi dalam rencana belajar. Hal ini untuk menjaga siswa tetap fokus dengan pelajaran dan lebih mudah mengerti.

Nah itu tadi 8 tips agar menjadi guru bahasa Jerman hebat. Kepuasan batin seorang guru adalah saat melihat siswa sukses dan bisa mengamalkan ilmu yang telah diajarkan.

Semoga tulisan tadi bermanfaat dan menginspirasi kita untuk terus meningkatkan pengajaran bahasa Jerman. Vielen dank!