Cara Kuliah di Jerman dengan Beasiswa – Jerman sering digambarkan sebagai tanah harapan. Ada banyak peluang yang didapatkan di Jerman. Karena itu jangan heran kalau Jerman termasuk negara yang paling banyak imigrannya. Mereka berharap tinggal di Jerman memberi kehidupan yang lebih baik.

Dan ngomong-ngomong masalah kuliah, ternyata Jerman juga menjadi negara tujuan banyak siswa internasional. Akses pendidikan gratis satu masih menjadi alasan utamanya.

Hampir semua universitas negeri membebaskan biaya kuliah. Ini berlaku juga untuk mahasiswa asing. Mahasiswa hanya membayar biaya administrasi yang ditarik tiap semester. Itupun nilainya sangat kecil.

Hanya sebagian kecil saja yang menarik biaya kuliah atau tuition fee, yaitu negara bagian Baden Wurttenberg dan Bayern.

Untungnya lagi, mayoritas kampus di Jerman dimiliki pemerintah alias negeri. Dari 426 perguruan tinggi, hampir 300 diantaranya negeri.

Selain biaya kuliah gratis, mahasiswa juga mendapat manfaat dari tingginya kualitas pendidikan Jerman. Universitas mana saja yang dipilih, kalian berkesempatan mengakses pendidikan berkualitas kelas dunia.

Belum lagi dengan karir cerah di masa depan yang didapatkan alumni Jerman. Lulusan Jerman memiliki reputasi sangat tinggi di dunia kerja. Ini membantu alumni Jerman mudah mendapat pekerjaan dengan gaji menjanjikan.

Meski biaya kuliah gratis, kalian tidak benar-benar bermodal dengkul. Tingginya biaya hidup sering membuat siswa asing berpikir ulang untuk kuliah di Jerman.

Tapi jangan khawatir, karena Jerman termasuk negara yang menyediakan banyak beasiswa. Termasuk untuk mahasiswa asing.

Lalu bagaimana cara kuliah di Jerman dengan beasiswa?

Kalau kamu sedang bertanya tentang hal ini, kamu berada di tempat yang tepat. Karena kami akan berbagi beberapa langkah dan cara kuliah di Jerman dengan beasiswa. Ikuti step by step sebelum impian kuliah di Jerman menjadi nyata.

cara kuliah di jerman dengan beasiswa

1.Pilih program studi dan universitas

Memilih kampus sepertinya perkara gampang. Tapi menjadi rumit kalau kalian mempertimbangkan kota tujuan serta kualitas universitas. Ada beberapa pertimbangan pemilihan kota tujuan, seperti biaya hidup maupun suasana kota.

Adapun untuk universitas, kalian tidak perlu khawatir. Kualitas universitas Jerman sangat merata. Sehingga tidak terlalu penting diterima di universitas mana.

Dimanapun universitasnya, kamu akan mendapat kualitas pendidikan nomor satu ala Jerman. Jadi lebih baik fokus saja agar diterima universitas di Jerman.

Sedikit bocoran agar pelung diterima lebih besar, cobalah untuk apply di universitas yang berlokasi di kota kurang populer.

Justru lebih penting untuk lebih perhatian pada penentuan program studi. Selain melihat prospek di masa depan, pertimbangkan juga program studi yang sesuai dengan minat dan bakat kamu.

Karena bakat kita akan terasah maksimal di tempat yang sesuai passion. Dan jangan sampai kamu menjalani studi dengan terpaksa hanya karena salah jurusan.

Selain itu, pastikan ilmu yang dipelajari dibutuhkan di tanah air. Sehingga memberi manfaat untuk nusa dan bangsa.

2.Periksa persyaratan pendaftaran

Kalau sudah menentukan universitas dan program studi tujuan, kamu juga perlu memeriksa persyaratan pendaftaran. Dan kalian tidak bisa memandang ringan urusan ini. Ada baiknya untuk mengecek persyaratan sedini mungkin.

Umumnya detail persyaratan pendaftaran tercantum di website universitas. Tapi skill bahasa selalu jadi syarat utama kuliah di Jerman.

Syarat skill bahasa tergantung apakah program studi yang diambil perkuliahannya menggunakan bahasa Jerman atau bahasa Inggris.

Kalau kuliah disampaikan dalam bahasa Jerman, biasanya memerlukan sertifikat bahasa Jerman B2. Sedangkan untuk perkuliahan berbahasa Inggris, harus menyertakan bukti skor TOEFL atau IELTS.

Dan bagi kamu yang ingin kuliah S1, harus memiliki ijazah yang diakui universitas Jerman atau Hochschulzugangsberechtigung. Ini semacam penyetaraan ijazah untuk memastikan level siswa asing sama dengan pelajar Jerman.

Nah untuk mendapat pengakuan ini, biasanya kamu harus ikut Studienkolleg dulu selama satu tahun. Tapi jangan khawatir, kamu tidak perlu ke Jerman untuk Studienkolleg. Sudah ada Studienkolleg di Jakarta yang akan mempersiapkan calon mahasiswa bisa masuk universitas terbaik di Jerman.

Lalu apakah Studienkolleg diperlukan untuk masuk Pascasarjana? Tidak, kamu bisa langsung kirim aplikasi ke universitas.

Selain itu, kamu perlu pastikan apakah harus menyertakan motivation dan recommendation letter. Karena universitas biasanya ingin tahu seberapa besar keinginan mahasiswa dan apa rencana di masa depan.

Baca Juga  5 Persiapan Untuk Kuliah Di Jerman Gratis yang Perlu Diketahui

3.Jaminan finansial

Biaya kuliah di Jerman bisa dibilang sangat rendah, bahkan gratis. Tapi pemerintah Jerman mengharuskan mahasiswa menunjukkan Finanzierungsnachweis atau jaminan finansial.

Finanzierungsnachweis diperlukan untuk membuktikan bahwa mahasiswa memiliki cukup uang untuk menghidupi diri sendiri selama setahun. Dan dokumen ini harus sudah ada saat kamu mengajukan visa di Kedutaan Jerman di Jakarta.

Jaminan finansial berupa dana sebesar 10.236 Euro (peraturan terbaru tahun 2020) yang tersimpan di bank Jerman yang terblokir.

Jadi perkiraan biaya hidup mahasiswa per bulan di tahun 2020 ini adalah 853 euro. Dan kamu baru bisa menggunakan dana tersebut ketika sudah menginjakkan kaki di Jerman.

4.Berburu beasiswa

Nah bagi kebanyakan mahasiswa Indonesia, jaminan finansial 10.236 Euro atau sekitar 160 Juta Rupiah jelas sangat besar. Kalau melihat angkanya, mungkin hanya milyarder saja yang bisa kuliah di Jerman.

Tapi kalau kamu memang punya kemauan kuat, jangan khawatir. Ada banyak beasiswa yang akan mengantarkanmu ke Jerman.

Dan yang terbesar adalah beasiswa DAAD. Beasiswa yang disponsori Dinas Pertukaran Akademis Jerman ini menfokuskan diri dalam promosi pendidikan Jerman ke luar negeri, terutama di negara berkembang.

Karena itu jangan heran kalau tiap tahun tersedia ribuan kuota beasiswa untuk mahasiswa asing. Tidak tanggung-tanggung, mereka akan mengcover semua kebutuhan mahasiswa alias beasiswa full.

Mahasiswa akan menerima biaya hidup sebesar 750 hingga 1000 Euro per bulan. Di luar itu, DAAD akan menanggung tiket pesawat Indonesia Jerman PP, asuransi kesehatan, pelatihan bahasa Jerman gratis, serta biaya keperluan kuliah.

Uniknya lagi, DAAD tidak hanya membuka kesempatan beasiswa untuk Dosen dan Peneliti saja. Tapi ada juga program beasiswa untuk pekerja profesional dan fresh graduate S1. Informasi lebih lengkap tentang beasiswa DAAD ada di situs www.daad.id.

Selain DAAD, masih ada beasiswa lain yang cukup besar seperti Erasmus +, Heinrich Boll Foundation, LPDP, serta beasiswa lain yang disponsori organisasi politik, lembaga nirlaba, dan perusahaan.

Baca Juga  4 Lowongan Kerja di Jerman Untuk Lulusan SMA dari Indonesia

5.Submit aplikasi ke universitas pilihan

Setelah semua dokumen yang diminta universitas siap, tiba saatnya untuk submit aplikasi ke program studi pilihan kamu. Ada beberapa cara mengirim aplikasi.

Sebagian besar universitas menggunakan aplikasi online bernama UniAssist yang berlaku nasional. Ada juga universitas yang menggunakan aplikasi sendiri atau via website universitas. Bahkan ada yang mengharuskan calon mahasiswa mengirim aplikasi via pos.

Tapi yang harus diingat, usahakan mengirim aplikasi sesegera mungkin. Karena ada ratusan ribu siswa dari seluruh negara yang mendaftar ke Jerman.

Dan panitia penerimaan mahasiswa pasti membutuhkan waktu untuk memproses semuanya. Nah kalau kamu kirim aplikasi sejak awal, masih ada waktu untuk memperbaiki seandainya ada dokumen yang terlewatkan.

6.Surat penerimaan

cara kuliah di jerman dengan beasiswa

Setelah universitas mengkonfirmasi telah menerima aplikasi, berarti kamu tinggal menunggu zulassung atau surat penerimaan.

Tapi jangan hanya berdiam di rumah. Karena proses aplikasi bisa memakan waktu satu atau dua bulan setelah batas akhir pendaftaran.

Banyak yang bisa dilakukan, misalnya memperdalam bahasa Jerman, mengejar TOEFL atau IELTS, mengurus paspor, dll. Intinya, manfaatkan waktu sebaik mungkin.

7.Apply visa pelajar

Nah cara kuliah di jerman dengan beasiswa, begitu zulassung diterima, kalian bisa langsung apply visa pelajar ke kantor Kedubes Jerman di Jakarta atau Konsulat Jerman di Surabaya. Zulassung memang menjadi surat sakti dalam pengajuan visa.

Dokumen lain yang diminta saat pengajuan visa diantaranya jaminan finansial, terdaftar di asuransi Jerman, sertifikat bahasa Jerman, ijazah yang sudah diterjemahkan ke bahasa Jerman, dan paspor.

Selain untuk apply visa, zulassung juga sudah bisa digunakan untuk mencari asrama mahasiswa di universitas yang bersangkutan.

Asrama yang tersedia di Jerman tidak sebanding dengan banyaknya peminat. Sehingga sebisa mungkin kamu segera masuk ke waiting list.

Nah itu tadi 7 langkah dan cara kuliah di Jerman dengan beasiswa. Setelah visa disahkan, kamu bisa segera terbang dan mencapai impian belajar di Jerman.

Bagi yang pertama kali ke luar negeri, pasti sedikit merasa shock culture. Tapi itu tidak akan lama. Suasana multikultural di universitas dan keindahan alam Jerman membuat mahasiswa merasa nyaman. Gimana pemaparan cara kuliah di jerman dengan beasiswa di atas, siap wujudkan mimpi?